Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 06 November 2016

Generasi Muda Bersama-sama Melawan Teroris

NGAKU GENERASI MUDA ??? AYO LAWAN TERORIS
Oleh : Berty Ghany Mu’thi Pratiwi
Mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro
TERORIS !!!
Menurut saya teroris adalah orang-orang yang kurang perhatian, buktinya dia mencari pengikut karena dia itu kesepian. Tapi awas ya para remaja-remaja jaman sekarang ( termasuk saya juga si ) banyak sekali kedok-kedok teroris untuk menjadikan kita semua ini pengikutnya. Banyak juga para teroris-teroris tersebut itu menggunakan Agama untuk memperkuat sinopsisnya tersebut. Banyak juga sekarang yang sudah masuk kedalam aliran-aliran Teroris.
Islam dan Teroris dua istilah ini (Islam dan terorisme) sangat jauh berbeda karena Islam sangat menghargai nyawa umat manusia. Islam juga menganggap kehidupan sebagai semangat Tuhan yang dianugerahkan kepada manusia. Dalam Alquran disebutkan bahwa siapa saja yang menghilangkan nyawa seseorang itu, maka Allah menganggap dia telah menghilangkan nyawa seluruh umat manusia (Surat Al-Maidah ayat 32). Dengan kata lain Islam tidak mengenal kata teroris, semua itu hanya sebuah rekayasa yang bertujuan untuk mempecah belah agama Allah SWT yakni agama Islam yang cinta akan kedamaian, tidak mengenal kekerasan atau tindakan biadab seperti yang mereka lakukan.
Tetapi sekarang banyak para teroris yang menggunakan Islam untuk memperkuat perkataananya. Jihad merupakan istilah yang sangat mulia di dalam agama Islam. Allah akan menganugerahi surga tanpa hisab bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah (mati syahid). Tetapi banyak yang menggunakan kata jihad untuk perbuatan yang tidak baik, seperti para terorisme yang sering menggunakan kata-kata jihad tersebut. Aksi terorisme seolah-olah diperintahkan oleh Allah SWT bagi mereka yang salah memahami tentang apa itu arti jihad dan mereka menganggap bahwa dengan melakukan terorisme atau bom bunuh diri akan mendapatkan ganjaran surga.
Perlu kita ingat bahwa Indonesia bukanlah negara yang menindas umat muslim, karena mayoritas penduduk negara Indonesia beragama muslim. Terorisme kini semakin jelas bagi peradaban modern. Sifat dari tindakan, pelaku, tujuan, motif, strategi, hasil yang diharapkan dan dicapai terorisme kini semakin luas dan bervariasi. Dan dengan berbagai macam jenis terorisme misalnya : Terorisme fisik, yaitu peristiwa-peristiwa yang sekarang menjadi puncak sorotan manusia; peledakan, pemboman, penculikan, bom bunuh diri, pembajakan dan ada juga Terorisme ideologi (pemikiran/pemahaman), terorisme jenis ini jauh lebih berbahaya dari terorisme fisik. Sebab seluruh bentuk terorisme fisik yang terjadi bersumber dari dorongan ideologi para pelakunya, baik itu dari kalangan orang-orang kafir yang merupakan sumber terorisme di muka bumi ini, atau dari kalangan kaum muslimin yang telah menyimpang pemikirannya dari jalan Islam yang benar.
SedangkanAllahTabârakawaTa’âlâtelahberfirman:

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Ash-Shaffât : 171-173)

Maka siapa yang melindungi mereka, menutup-nutupi (keberadaan) mereka, membela mereka, atau membenarkan perbuatan-perbuatan mereka, sungguh ia telah berserikat dengan mereka dalam membunuh jiwa yang tidak berdosa lagi terjaga dari kalangan kaum muslimin, kafir musta`man, mu’âhad dan dzimmy. 
Berbicara tentang terorisme, dalam beberapa tahun belakangan ini aksi terorisme semakin merajalela, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahkan di mata masyarakat di anggap sebagai salah satu ancaman potensial, karena keberadaannya telah membuat semua orang menjadi cemas, takut, dan juga was-was.
Bagaimana tidak demikian? aksi terorisme identik dengan kekerasan. Contohnya seperti pembajakan, peledakan bom, teror, bom bunuh diri. Yang mana semua aksi tersebut kebanyakan terjadi tanpa terduga dan bisa menimpa siapa saja tanpa memilih merek, baik itu anak-anak, anak muda, orang dewasa, maupun orang tua.
Contohnya saja peristiwa teror penembakan dan ledakan bom yang terjadi di kawasan Sarinah Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis, 14 Januari 2016. Serangan di Sarinah merupakan serangan pertama setelah bom Jakarta 2009 yang menewaskan 9 orang termasuk dua pelaku yang merupakan anggota Jemaah Islamiyah. Korban yang ditimbulkan akibat teror bom bunuh diri tak pandang bulu, semua kalangan terkena imbasnya hingga citra Islam sebagai agama yang penuh kasih sayang ternodai karena ulah para teroris.
Dan terorisme juga banyak memakan korban untuk di jadikan pengikutnya, dan yang biasanya di jiduk adalah para Generasi Muda.
Mengapa Generasi Muda ?
Karena bagi mereka generasi muda merupakan sasaran empuk untuk diangkat menjadi anggota jaringan teroris. Karena memang terorisme sangat dekat sekali dengan generasi muda. Sehingga tidak heran jika mereka dengan mudah meracuni pikiran generasi muda dengan paham radikal. Apalagi generasi muda tersebut adalah mereka yang putus sekolah, buta huruf, miskin, dan juga penganguran. Dimana mereka semua langsung terbuai ketika di iming-imingi sejumlah uang dan kegagahan memegang senjata.
Selain itu, terdapat juga alasan lain mengapa sampai generasi muda sangat rentang untuk disusupi paham kekerasan atau terorisme. Beberapa di antaranya seperti : mereka yang membutuhkan perasaan kebersamaan, mereka yang sedang mencari identitas atau jati diri, mereka yang menaruh simpati pada kelompok radikal atau teroris tertentu, yang mana mereka temukan lewat internet.
Gimana sih cara mencegah teroris ????
sebagai generasi muda tentu kita tidak akan diam saja dan membiarkan aksi terorisme semakin merajalela bahkan merenggut banyak korban kan. Artinya, sebagai generasi muda peran kita untuk mencegah terorisme sangat dibutuhkan. Semua tergantung dari masing-masing pribadi, cocoknya menggunakan cara yang mana. Misalnya, melakukan kegiatan yang positif dalam aktivitas sehari-hari. Atau belajar damai dan mendamaikan.
Untuk generasi muda, sudah saatnya kita bahu membahu dan terlibat bersama dalam pencegahan terorisme. Karena terorisme adalah musuh kita bersama. Selaku generasi muda, sudah menjadi tugas bersama untuk mencegah terorisme sedini mungkin. Mari kita ajak semua elemen masyarakat dan juga keluarga untuk aktif dalam pencegahan radikalisme. Khusus kaum muslim jangan lupa juga untuk mengajarkan nilai-nilai islam moderat, mengembangkan nilai-nilai luhur budaya dan adat istiadat yang berbasis kearifan lokal, serta berwawasan kebangsaan.